JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam mengaku telah mengimbau kepada pasukan kepolisian di Papua untuk memperketat pengamanan pada gudang-gudang senjata di wilayah tersebut.
Pasalnya, motif sementara penyerangan kelompok orang terkenal terhadap kepolisian di wilayah Puncak Jaya, Jayapura adalah untuk merebut senjata anggota kepolisian. Diyakini, kelompok tersebut masih membutuhkan banyak senjata, meskipun belum diketahui untuk apa pengumpulan senjata itu tersebut.
"Kita sudah instruksikan pada pasukan di sana untuk waspada pengamanan di setiap gudang gudang senjata api di Papua. Jangan tinggalkan, gudang tanpa pengamanan," ujar Anton di Balai Media, Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Sejauh ini, menurut Anton, kejadian perebutan senjata api polisi bukan baru sekali terjadi di Bandara Mulia seperti yang terjadi pada Kapolsek Kompol Anumerta Dominggus Octavianus yang ditembak setelah perebutan senjata.
Sebelumnya pada bulan Juni lalu, kelompok orang misterius itu juga pernah menyerang Bandara Mulia, tapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa. "Dulu juga begitu bulan Juni mereka juga merampas senjata anggota di Bandara. Ada yang ditembak di kepala juga tapi tidak sampai tewas. Jadi memang perlu waspada terhadap senjata api," lanjutnya.
Selain itu, kata Anton, Polri mengimbau kepada para petugas untuk tidak berjaga-jaga di tempat kejadian seorang diri. Diharapkan dikerahkan beberapa anggota untuk mengantisipasi penyerangan tiba-tiba dari para pelaku penembakan dan perampasan senjata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang