Polri Waspadai Gudang Senjata Api di Papua

Kompas.com - 26/10/2011, 12:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam mengaku telah mengimbau kepada pasukan kepolisian di Papua untuk memperketat pengamanan pada gudang-gudang senjata di wilayah tersebut.

Pasalnya, motif sementara penyerangan kelompok orang terkenal terhadap kepolisian di wilayah Puncak Jaya, Jayapura adalah untuk merebut senjata anggota kepolisian. Diyakini, kelompok tersebut masih membutuhkan banyak senjata, meskipun belum diketahui untuk apa pengumpulan senjata itu tersebut.

"Kita sudah instruksikan pada pasukan di sana untuk waspada pengamanan di setiap gudang gudang senjata api di Papua. Jangan tinggalkan, gudang tanpa pengamanan," ujar Anton di Balai Media, Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Sejauh ini, menurut Anton, kejadian perebutan senjata api polisi bukan baru sekali terjadi di Bandara Mulia seperti yang terjadi pada Kapolsek Kompol Anumerta Dominggus Octavianus yang ditembak setelah perebutan senjata.

Sebelumnya pada bulan Juni lalu, kelompok orang misterius itu juga pernah menyerang Bandara Mulia, tapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa. "Dulu juga begitu bulan Juni mereka juga merampas senjata anggota di Bandara. Ada yang ditembak di kepala juga tapi tidak sampai tewas. Jadi memang perlu waspada terhadap senjata api," lanjutnya.

Selain itu, kata Anton, Polri mengimbau kepada para petugas untuk tidak berjaga-jaga di tempat kejadian seorang diri. Diharapkan dikerahkan beberapa anggota untuk mengantisipasi penyerangan tiba-tiba dari para pelaku penembakan dan perampasan senjata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau